Showing posts with label article. Show all posts
Showing posts with label article. Show all posts

examples of work report

It : Application work Semarang , 12 November 2008
Appendix : a bundle
Designation. Head of Personnel
PT Pura Barutama
Gen. road . Ahmad Yani 122
holy
Dear Sirs ,
The undersigned below me
name : Handy Ulia
place , date of birth : Semarang , 24 April 1983
Address: Road Bear In VII/27 Semarang
Last education : Tier 1 Department of Chemical Engineering
hereby submit a job application to a company that Mr / Mrs lead to be placed according to my educational qualifications .
For your consideration with this letter , I attach :

    
copies of diplomas last
    
photo size 46
    
curriculum vitae
    
SKCK ( Police Notes )
    
photocopy of identity card
    
photocopies of training certificate english
    
photocopy of the certificate of computer training
Similarly, the job application letter , for the attention of Mr / Ms , I would like to say thank you.
Yours sincerely ,
Ulia Handy
It : Job Application
............ , 13 November 2012
Dear .Mr / Ms Leader PT . ............. Tbk
on .............
With Regards ,I the undersigned ,
Name : Nana SukarnaPlace / Date . Birth : Tasikmalaya Cisayong / 24 November 1986Status : Not MarriedReligion : IslamEducation : Bachelor of Political Science, University of Padjadjaran , Bandung West JavaAddress : .............HP : .............E - mail : 123abc@yahoo.co.id
Were interested in joining the company Mr. / Mrs. lead , hoping to give their best . To that end , I submit a job application letter that I would be accepted to work in the company of Mr / Ms .
I am a hard-working type , can work well together and are responsible for the tasks given , honest , trustworthy .
Herewith attached :1 . CV2 . Copy of Diploma and Transcript3 . Copy of ID card4 . Pasphoto size ( .. x .. )
Other requirements are needed , I will fill in later .
So I created this petition with true , great hope of mine to be able to work in the company of Mr / Ms . The attention and generosity of Mr / Mrs I thank you .
Yours sincerely ,
Nana Sukarna , S.IP
CURRICULUM VITAE PERSONAL DATA LIST
Full Name : ............................................... ...Place , Date of Birth : ............................................. .....Domicile : ................................................ ..Gender : ............................................... ...Religion : ................................................ ..Status : ................................................ .. ( unmarried / married )
 
Height / Weight : ............................................. .....Phone : ................................................ ..e - mail : .............................................. ....

Sources : http://sagoeba.blogspot.com/ : http://sagoeba.blogspot.com/2012/03/contoh-surat-lamaran-kerja.html # ixzz2GJqy1KQB
Company Database : http://bit.ly/Ui0gYvfor current vacancies in Pasuruan :1 . tea GlassesThe address : Healthy Patterns PT.CS2Keceling - Pecan Sewu Pandaan - Pasuruan
2.Teh shootsThe address : PT.Tirta Fresindo Jaya ( Mayora Group )Jl . KM 10 Raya Pasuruan Pasuruan East Java Kejayan - 67 172e - mail : recruitment.center @ mayora.co.id & hrd.tfj @ mayora.co.id
3 . Cigarette Apache ( Gudang Garam Group )Address : PT.Karyadibya MahardikaJl.Raya Purwosari - Going 2.5 Purwosari Pasuruan
4.Indolakto ( Milk )Address : PT.IndolaktoSurabaya - Malang Jl.Raya Purwosari Pasuruane - mail : yanuar.rizkimaulana @ indomilk.com & tyaspralistyaningrum@indomilk.com
Field , 23 September 2014
To:
Mr / Ms Leadership
Electronic Stores Deluxior
Dear Sirs ,
Based on the information I received that the company is Mr / Mrs lead today requires an employee as an employee . Therefore I apply for the post .
I graduated from vocational school , not married , honest , disciplined , attractive , responsible, and able to work together in teams and individually.
As consideration for the Father / Mother helped me attach herewith :

    
Copy of diploma Last 1 Sheet
    
Pas Photo 4 x 6 1 Sheet
    
Copy ID 1 Sheet
    
Curriculum Vitae 1 Sheet
Such petition I created this work in good faith , great hope if now my father / mother can receive my work at a company that Mr / Mrs lead . For the attention of Mr / Ms before and after that I thank you .

                    
Sincerely ,
Maria Mercedes

cara membuat kurma salak


KURMA SALAK



BAHAN :
NO
BAHAN
JUMLAH
1.
Salak (sudah bersih tanpa kulit)
600 gram
2.
Gula pasir
200 gram
3.
Air
200 cc
4.
Garam
½ sendok teh

PROSES :
1.     Kupas kulit salak
2.    Timbang salak sampai 1800 gram
3.    Cuci salak hingga bersih
4.    Panaskan kompor
5.    Letakkan panci diatasnya dan di beri air 600 cc
6.    Tunggu hingga mendidih
7.    Setelah mendidih masukkan gula dan garam
8.    Aduk sampai larut
9.    Setelah larut masukkan salak yang telah di bersihkan
10. Kecilkan api dan aduk sebentar
11.   Tunggu salak sampai berwarna kecokelatan sekitar 3-4 jam
12. Tiriskan salak setelah berwarna kecokelatan
13. Jemur di bawah sinar matahari kurang lebih 2 hari
14. Setelah di jemur,oven sekitar 5-10 menit
15. Jadilah kurma salak

naskah mc maulid


Assalamualaikum Wr.Wb
                                Para alim ulama yang kami ta’ati, ibu nyai.Hj Ifa,yang terhormat bpk.kepala sekolah SMKN Winongan beserta jajaran dewan guru,dan karyawan karyawati SMKN Winongan,para tamu undangan dan teman-temanku yang berbahagia.
                Untaian puja dan puji  syukur  akan senantiasa  akan  kami haturkan kehadirat ilahi robby, dengan ucapan                                                            atas anugrah juga taufik dan hidayahnya. Yang senantiasa membimbing setiap insan menuju damai dan sejahtera
                Sholawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada sang kekasih Allah pengemban risalah yang suci beliaulah sang Revolusioner dunia, yaitu Rosullullah SAW yang telah menegakkan keadilan dan memberantas pilak – pilak kedholiman. Kehadiran beliau ke dunia ini, merupakan penerang bagi kegelapan dan hampanya iman dalam kalbu kita.
                Berangkat dari niat yang suci, seraya berharap semoga acara yang akan  kita lalui dapat berjalan sebagaimana yang kita harapkan.
                Untuk lebih menyingkat waktu kami sebagai pembawa acara akan membacakan susunan acara pada pagi hari ini.
1.       Pembukaan
2.       Pembacaan ayat – ayat suci Al – Qur’an
3.       Sambutan – sambutan
-          Ketua Panitia
-          Kepala Sekolah
4.       Mauidhotul Khasanah  
-          Ibu Nyai Hj. Ifah dari Rembang
5.       Do’a

Untuk itu marilah kita awali acara ini dengan bacaan Surotul Fatihah

Tatkala dunia dipenuhi kegelapan dan kerisis moral  moral maka, goncanglah Arsyi dan terangilah dunia dengan kelahiran sosok insan paripurna, manusia yang paling sempurna yang tiada bandingnya, dialah Rosullullah SAW.
Yang gerak dan langkahnya selalu di hiasi budi pekerti  luhur dan mulia.
Hadirin yang berbahagia
Melangkah pada acara yang kedua yaitu pembacaan ayat – ayat suci al – qur’an yang akan di bacakan oleh :
1.       A. Baidlowi dari XII TGB
2.       Abd. Ghofur dari X TKJ 2
Kepadanya di persilahkan  ……..


                Sebagai lembar acara yang ketiga sambutan – sambutan
Sambutan yang pertama akan di bawakan oleh ibu Sri Wahyuni selaku Ketua Panitia
Sambuatan yang kedua akan di bawakan oleh Drs. H. Nur Kholis, M.Pd.
Cinta sejati dan abadi pada kekasih Rosullullah SAW marilah kita semua mendengarkan Mauidhotul Khasanah, sekaligus Do’a yang akan di haturkan oleh ibu Nyai Hj. Ifa dari Rembang .
Kepada  beliau kami haturkan …….
Tanpa terasa acara demi acara telah kita lalui bersama , namun sebelumnya kami sebagai pemandu acara dari awal sampai akhir mohon ma’af atas segala kehilafan dan terima kasih atas segala perhatiannya.

pidato bhs indo



Assalamualaikum Wr. Wb

 Salam sejahtera bagi kita semua dan teman-temanku sekalian yang saya sayangi. Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kita kesempatan dan keselamatan sehingga kita dapat hadir di ruangan ini. Tak lupa pula kita panjatkan shalawat dan salam atas junjungan kita nabi besar Muhammad SAW, semoga kita mendapatkan syafa’atnya di hari kemudian. Pada kesempatan kali ini saya akan menyampaikan pidato yang bertemakan pentingnya membaca bagi semua orang.

        Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan, yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata/bahasa tulis

        Pada awalnya, membaca sering kali di tafsirkan sebagai hal yang sepele, atau sering dianggap remeh. Namun pada kenyataannya membaca memiliki banyak sekali manfaat. Pertama, dengan membaca kita terhindar dari kebodohan. Kedua, dengan membaca kita terhindar dari sifat malas. Ketiga, dengan membaca kita dapat mengembangkan kefasihan bertutur kata. Keempat, dengan membaca kita dapat mengungkapkan sesuatu secara lisan dengan mudah.,

Sedangkan Membaca sangat penting bagi kita, dimana dengan membaca kita dapat memperoleh informasi yang berguna, menambah konsentrasi, menguragi stress, menambah wawasan, dan sebagai hiburanMenurut saya sendiri membaca itu berguna untuk menambah ilmu serta memperluas wawasan dimana kita akan mendapatkan informasi-informasi yang belum pernah kita ketahui sebelumnya.

Demikianlah pidato saya kali ini, semoga bermanfaat bagi kita semua. Dan tak lupa pula saya mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang berkenan di hati anda. Saya akhiri dengan Wabillahitaufik wal hidayah Wassalamualaikum Wr. Wb.

makalah sosiologi


Sosialisasi adalah sebuah proses penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat. Sejumlah sosiolog menyebut sosialisasi sebagai teori mengenai peranan (role theory). Karena dalam proses sosialisasi diajarkan peran-peran yang harus dijalankan oleh individu.
Daftar isi
http://bits.wikimedia.org/static-1.21wmf7/skins/common/images/magnify-clip.png
Keluarga sebagai perantara sosialisasi primer
Berdasarkan jenisnya, sosialisasi dibagi menjadi dua: sosialisasi primer (dalam keluarga) dan sosialisasi sekunder (dalam masyarakat). Menurut Goffman kedua proses tersebut berlangsung dalam institusi total, yaitu tempat tinggal dan tempat bekerja. Dalam kedua institusi tersebut, terdapat sejumlah individu dalam situasi yang sama, terpisah dari masyarakat luas dalam jangka waktu kurun tertentu, bersama-sama menjalani hidup yang terkukung, dan diatur secara formal.
  • Sosialisasi primer
Peter L. Berger dan Luckmann mendefinisikan sosialisasi primer sebagai sosialisasi pertama yang dijalani individu semasa kecil dengan belajar menjadi anggota masyarakat (keluarga). Sosialisasi primer berlangsung saat anak berusia 1-5 tahun atau saat anak belum masuk ke sekolah. Anak mulai mengenal anggota keluarga dan lingkungan keluarga. Secara bertahap dia mulai mampu membedakan dirinya dengan orang lain di sekitar keluarganya.
Dalam tahap ini, peran orang-orang yang terdekat dengan anak menjadi sangat penting sebab seorang anak melakukan pola interaksi secara terbatas di dalamnya. Warna kepribadian anak akan sangat ditentukan oleh warna kepribadian dan interaksi yang terjadi antara anak dengan anggota keluarga terdekatnya.
  • Sosialisasi sekunder
Sosialisasi sekunder adalah suatu proses sosialisasi lanjutan setelah sosialisasi primer yang memperkenalkan individu ke dalam kelompok tertentu dalam masyarakat. Salah satu bentuknya adalah resosialisasi dan desosialisasi. Dalam proses resosialisasi, seseorang diberi suatu identitas diri yang baru. Sedangkan dalam proses desosialisasi, seseorang mengalami 'pencabutan' identitas diri yang lama.
'==Tipe sosialisasi == Setiap kelompok masyarakat mempunyai standar dan nilai yang berbeda. contoh, standar 'apakah seseorang itu baik atau tidak' di sekolah dengan di kelompok sepermainan tentu berbeda. Di sekolah, misalnya, seseorang disebut baik apabila nilai ulangannya di atas tujuh atau tidak pernah terlambat masuk sekolah. Sementara di kelompok sepermainan, seseorang disebut baik apabila solider dengan teman atau saling membantu. Perbedaan standar dan nilai pun tidak terlepas dari tipe sosialisasi yang ada. Ada dua tipe sosialisasi. Kedua tipe sosialisasi tersebut adalah sebagai berikut.
  • Formal
Sosialisasi tipe ini terjadi melalui lembaga-lembaga yang berwenang menurut ketentuan yang berlaku dalam negara, seperti pendidikan di sekolah dan pendidikan militer.
  • Informal
Sosialisasi tipe ini terdapat di masyarakat atau dalam pergaulan yang bersifat kekeluargaan, seperti antara teman, sahabat, sesama anggota klub, dan kelompok-kelompok sosial yang ada di dalam masyarakat.

Baik sosialisasi formal maupun sosialisasi informal tetap mengarah kepada pertumbuhan pribadi anak agar sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku di lingkungannya. Dalam lingkungan formal seperti di sekolah, seorang siswa bergaul dengan teman sekolahnya dan berinteraksi dengan guru dan karyawan sekolahnya. Dalam interaksi tersebut, ia mengalami proses sosialisasi. dengan adanya proses soialisasi tersebut, siswa akan disadarkan tentang peranan apa yang harus ia lakukan. Siswa juga diharapkan mempunyai kesadaran dalam dirinya untuk menilai dirinya sendiri. Misalnya, apakah saya ini termasuk anak yang baik dan disukai teman atau tidak? Apakah perliaku saya sudah pantas atau tidak?
Meskipun proses sosialisasi dipisahkan secara formal dan informal, namun hasilnya sangat suluit untuk dipisah-pisahkan karena individu biasanya mendapat sosialisasi formal dan informal sekaligus.
[sunting] Pola sosialisasi
Sosiologi dapat dibagi menjadi dua pola: sosialisasi represif dan sosialisasi partisipatoris. Sosialisasi represif (repressive socialization) menekankan pada penggunaan hukuman terhadap kesalahan. Ciri lain dari sosialisasi represif adalah penekanan pada penggunaan materi dalam hukuman dan imbalan. Penekanan pada kepatuhan anak dan orang tua. Penekanan pada komunikasi yang bersifat satu arah, nonverbal dan berisi perintah, penekanan sosialisasi terletak pada orang tua dan keinginan orang tua, dan peran keluarga sebagai significant other. Sosialisasi partisipatoris (participatory socialization) merupakan pola di mana anak diberi imbalan ketika berprilaku baik. Selain itu, hukuman dan imbalan bersifat simbolik. Dalam proses sosialisasi ini anak diberi kebebasan. Penekanan diletakkan pada interaksi dan komunikasi bersifat lisan yang menjadi pusat sosialisasi adalah anak dan keperluan anak. Keluarga menjadi generalized other.
[sunting] Proses sosialisasi
[sunting] Menurut George Herbert Mead
George Herbert Mead berpendapat bahwa sosialisasi yang dilalui seseorang dapat dibedakan menlalui tahap-tahap sebagai berikut.
  • Tahap persiapan (Preparatory Stage)
Tahap ini dialami sejak manusia dilahirkan, saat seorang anak mempersiapkan diri untuk mengenal dunia sosialnya, termasuk untuk memperoleh pemahaman tentang diri. Pada tahap ini juga anak-anak mulai melakukan kegiatan meniru meski tidak sempurna.
Contoh: Kata "makan" yang diajarkan ibu kepada anaknya yang masih balita diucapkan "mam". Makna kata tersebut juga belum dipahami tepat oleh anak. Lama-kelamaan anak memahami secara tepat makna kata makan tersebut dengan kenyataan yang dialaminya.
  • Tahap meniru (Play Stage)
Tahap ini ditandai dengan semakin sempurnanya seorang anak menirukan peran-peran yang dilakukan oleh orang dewasa. Pada tahap ini mulai terbentuk kesadaran tentang anma diri dan siapa nama orang tuanya, kakaknya, dan sebagainya. Anak mulai menyadari tentang apa yang dilakukan seorang ibu dan apa yang diharapkan seorang ibu dari anak. Dengan kata lain, kemampuan untuk menempatkan diri pada posisi orang lain juga mulai terbentuk pada tahap ini. Kesadaran bahwa dunia sosial manusia berisikan banyak orang telah mulai terbentuk. Sebagian dari orang tersebut merupakan orang-orang yang dianggap penting bagi pembentukan dan bertahannya diri, yakni dari mana anak menyerap norma dan nilai. Bagi seorang anak, orang-orang ini disebut orang-orang yang amat berarti (Significant other)
  • Tahap siap bertindak (Game Stage)
Peniruan yang dilakukan sudah mulai berkurang dan digantikan oleh peran yang secara langsung dimainkan sendiri dengan penuh kesadaran. Kemampuannya menempatkan diri pada posisi orang lain pun meningkat sehingga memungkinkan adanya kemampuan bermain secara bersama-sama. Dia mulai menyadari adanya tuntutan untuk membela keluarga dan bekerja sama dengan teman-temannya. Pada tahap ini lawan berinteraksi semakin banyak dan hubunganya semakin kompleks. Individu mulai berhubungan dengan teman-teman sebaya di luar rumah. Peraturan-peraturan yang berlaku di luar keluarganya secara bertahap juga mulai dipahami. Bersamaan dengan itu, anak mulai menyadari bahwa ada norma tertentu yang berlaku di luar keluarganya.
  • Tahap penerimaan norma kolektif (Generalized Stage/Generalized other)
Pada tahap ini seseorang telah dianggap dewasa. Dia sudah dapat menempatkan dirinya pada posisi masyarakat secara luas. Dengan kata lain, ia dapat bertenggang rasa tidak hanya dengan orang-orang yang berinteraksi dengannya tapi juga dengan masyarakat luas. Manusia dewasa menyadari pentingnya peraturan, kemampuan bekerja sama--bahkan dengan orang lain yang tidak dikenalnya-- secara mantap. Manusia dengan perkembangan diri pada tahap ini telah menjadi warga masyarakat dalam arti sepenuhnya.
[sunting] Menurut Charles H. Cooley
Cooley lebih menekankan peranan interaksi dalam teorinya. Menurut dia, Konsep Diri (self concept) seseorang berkembang melalui interaksinya dengan orang lain. Sesuatu yang kemudian disebut looking-glass self terbentuk melalui tiga tahapan sebagai berikut.
1. Kita membayangkan bagaimana kita di mata orang lain.'
Seorang anak merasa dirinya sebagai anak yang paling hebat dan yang paling pintar karena sang anak memiliki prestasi di kelas dan selalu menang di berbagai lomba.
2. Kita membayangkan bagaimana orang lain menilai kita.'
Dengan pandangan bahwa si anak adalah anak yang hebat, sang anak membayangkan pandangan orang lain terhadapnya. Ia merasa orang lain selalu memuji dia, selalu percaya pada tindakannya. Perasaan ini bisa muncul dari perlakuan orang terhadap dirinya. MIsalnya, gurunya selalu mengikutsertakan dirinya dalam berbagai lomba atau orang tuanya selalu memamerkannya kepada orang lain. Ingatlah bahwa pandangan ini belum tentu benar. Sang anak mungkin merasa dirinya hebat padahal bila dibandingkan dengan orang lain, ia tidak ada apa-apanya. Perasaan hebat ini bisa jadi menurun kalau sang anak memperoleh informasi dari orang lain bahwa ada anak yang lebih hebat dari dia.
3. Bagaimana perasaan kita sebagai akibat dari penilaian tersebut.
Dengan adanya penilaian bahwa sang anak adalah anak yang hebat, timbul perasaan bangga dan penuh percaya diri.

Ketiga tahapan di atas berkaitan erat dengan teori labeling, dimana seseorang akan berusaha memainkan peran sosial sesuai dengan apa penilaian orang terhadapnya. Jika seorang anak dicap "nakal", maka ada kemungkinan ia akan memainkan peran sebagai "anak nakal" sesuai dengan penilaian orang terhadapnya, walaupun penilaian itu belum tentu kebenarannya.
[sunting] Agen sosialisasi
Agen sosialisasi adalah pihak-pihak yang melaksanakan atau melakukan sosialisasi. Ada empat agen sosialisasi yang utama, yaitu keluarga, kelompok bermain, media massa, dan lembaga pendidikan sekolah.
Pesan-pesan yang disampaikan agen sosialisasi berlainan dan tidak selamanya sejalan satu sama lain. Apa yang diajarkan keluarga mungkin saja berbeda dan bisa jadi bertentangan dengan apa yang diajarkan oleh agen sosialisasi lain. Misalnya, di sekolah anak-anak diajarkan untuk tidak merokok, meminum minman keras dan menggunakan obat-obatan terlarang (narkoba), tetapi mereka dengan leluasa mempelajarinya dari teman-teman sebaya atau media massa.
Proses sosialisasi akan berjalan lancar apabila pesan-pesan yang disampaikan oleh agen-agen sosialisasi itu tidak bertentangan atau selayaknya saling mendukung satu sama lain. Akan tetapi, di masyarakat, sosialisasi dijalani oleh individu dalam situasi konflik pribadi karena dikacaukan oleh agen sosialisasi yang berlainan.
  • Keluarga (kinship)
Bagi keluarga inti (nuclear family) agen sosialisasi meliputi ayah, ibu, saudara kandung, dan saudara angkat yang belum menikah dan tinggal secara bersama-sama dalam suatu rumah. Sedangkan pada masyarakat yang menganut sistem kekerabatan diperluas (extended family), agen sosialisasinya menjadi lebih luas karena dalam satu rumah dapat saja terdiri atas beberapa keluarga yang meliputi kakek, nenek, paman, dan bibi di samping anggota keluarga inti. Pada masyarakat perkotaan yang telah padat penduduknya, sosialisasi dilakukan oleh orang-orabng yang berada diluar anggota kerabat biologis seorang anak. Kadangkala terdapat agen sosialisasi yang merupakan anggota kerabat sosiologisnya, misalnya pramusiwi, menurut Gertrudge Jaeger peranan para agen sosialisasi dalam sistem keluarga pada tahap awal sangat besar karena anak sepenuhnya berada dalam ligkugan keluarganya terutama orang tuanya sendiri.
  • Teman pergaulan
Teman pergaulan (sering juga disebut teman bermain) pertama kali didapatkan manusia ketika ia mampu berpergian ke luar rumah. Pada awalnya, teman bermain dimaksudkan sebagai kelompok yang bersifat rekreatif, namun dapat pula memberikan pengaruh dalam proses sosialisasi setelah keluarga. Puncak pengaruh teman bermain adalah pada masa remaja. Kelompok bermain lebih banyak berperan dalam membentuk kepribadian seorang individu.
Berbeda dengan proses sosialisasi dalam keluarga yang melibatkan hubungan tidak sederajat (berbeda usia, pengalaman, dan peranan), sosialisasi dalam kelompok bermain dilakukan dengan cara mempelajari pola interaksi dengan orang-orang yang sederajat dengan dirinya. Oleh sebab itu, dalam kelompok bermain, anak dapat mempelajari peraturan yang mengatur peranan orang-orang yang kedudukannya sederajat dan juga mempelajari nilai-nilai keadilan.
  • Lembaga pendidikan formal (sekolah)
Menurut Dreeben, dalam lembaga pendidikan formal seseorang belajar membaca, menulis, dan berhitung. Aspek lain yang juga dipelajari adalah aturan-aturan mengenai kemandirian (independence), prestasi (achievement), universalisme, dan kekhasan (specificity). Di lingkungan rumah seorang anak mengharapkan bantuan dari orang tuanya dalam melaksanakan berbagai pekerjaan, tetapi di sekolah sebagian besar tugas sekolah harus dilakukan sendiri dengan penuh rasa tanggung jawab.
  • Media massa
Yang termasuk kelompok media massa di sini adalah media cetak (surat kabar, majalah, tabloid), media elektronik (radio, televisi, video, film). Besarnya pengaruh media sangat tergantung pada kualitas dan frekuensi pesan yang disampaikan.
Contoh:
·         Penayangan acara SmackDown! di televisi diyakini telah menyebabkan penyimpangan perilaku anak-anak dalam beberapa kasus.
·         Iklan produk-produk tertentu telah meningkatkan pola konsumsi atau bahkan gaya hidup masyarakat pada umumnya.
·         Gelombang besar pornografi, baik dari internet maupun media cetak atau tv, didahului dengan gelombang game eletronik dan segmen-segmen tertentu dari media TV (horor, kekerasan, ketaklogisan, dan seterusnya) diyakini telah mengakibatkan kecanduan massal, penurunan kecerdasan, menghilangnya perhatian/kepekaan sosial, dan dampak buruk lainnya.
  • Agen-agen lain
Selain keluarga, sekolah, kelompok bermain dan media massa, sosialisasi juga dilakukan oleh institusi agama, tetangga, organisasi rekreasional, masyarakat, dan lingkungan pekerjaan. Semuanya membantu seseorang membentuk pandangannya sendiri tentang dunianya dan membuat presepsi mengenai tindakan-tindakan yang pantas dan tidak pantas dilakukan. Dalam beberapa kasus, pengaruh-pengaruh agen-agen ini sangat besar.
"Manfaat yang nantinya diterima publik apa, itu yang mesti dijawab dulu," ungkap Ryan kepada detikFinance di Gedung MNC, Jakarta, Senin (28/1/2013)

Ryan menuturkan beberapa hal yang bisa diutarakan kepada masyarakat mengenai manfaat redenominasi. Pertama adalah terkait dengan skala transaksi keuangan.

"Kita lebih menjadi simple, karena di dalam skala transaksi keuangan terjadi penyederahanaan mata uang karena penghilangan tiga digit angka nol," paparnya.

Kedua, sambungnya adalah rasa kebanggaan dibandingkan dengan negara lain. Sebab, jika sebelumnya menyebut US$ 1 sama dengan Rp 9 ribuan maka setelah redenominasi US$1 sama dengan Rp 5 atau Rp 6.

"Kan dekat 1 dengan 6 dibanding 1 dengan 9 ribu jauh sekali. Itu kebanggan yang tidak bisa diukur dengan angka," jawabnya.

Selain dengan menyatakan manfaat, pemerintah dan BI juga harus merangkum hasil dari konsultasi publik. Ryan menilai harus ada format sosialisasi dengan question and answer (Q and A). Disamping komunikasi yang dilakukan secara intensif.

"Kekhawatiran itu makanya itu mesti di-capture, ditangkap, diindetifikasi untuk nanti dijelaskan. Jadi dalam proses redenominasi harus ada proses Q and A. Kalau begini gimana begini ada jawabnya. Jadi itu harus disebarluaskan ke masyarakat, lewat berbagai komunikasi,"tutupnya